MPLS FRR facility node/link protection

Setelah kita membahas pengenalan MPLS Fast Reroute (FRR) dan MPLS FRR one-to-one node/link protection , kali ini kita akan membahasi mengenai Fast Reroute (FRR) Facility. Pada prinsipnya, FRR facility sama dengan one-to-one dengan pengecualian sbb:

  1. FRR facility  memungkinkan LSP yang melewati suatu set hop-hop yang sama untuk dilindungi oleh bypass tunnel yang sama.
  2. Ketika terjadi permasalahan (link putus/node un-managed), trafik dari beberapa LSP yang menggunakan proteksi facility akan di-“tunnel”-kan ke bypass tunnel yang sama disisi PLR.
  3. PLR melakukan fungsi “push” daripada “swap” (untuk menbentuk tunneling).

FRR facility juga mengurangi jumlah proteksi tunnel yang dibutuhkan (ketika kita menggunakan FRR one-to-one akan banyak tunnel detour yang dibuat untuk masing-masing LSP).

FRR Facility Link Protection

Asumsikan kita memiliki topologi sbb:

Topologi Dasar

Pada topologi tersebut, kita akan membuat primary LSP-path di R1 (Head-End) ke arah R5 (Tail-End) dan berikut adalah data teknis topologi tersebut.

Topologi Dasar All

IP System untuk masing-masing router adalah 10.10.10.0/24 dengan detail:

  1. R1 : 10.10.10.1/32
  2. R2 : 10.10.10.2/32
  3. R3 : 10.10.10.3/32
  4. R4 : 10.10.10.4/32
  5. R5 : 10.10.10.5/32
  6. R6 : 10.10.10.6/32
  • Create Inteface system pada masing-masing router sesuai dengan data di atas.
  • Create interfcae point-to-point untuk masing-masin link sesuai topologi.
  • Aktifkan protokol OSPF (dengan konfigurasi tambahan: traffic-engineering), MPLS, dan RSVP untuk masing-masing interface.

Jika 3 point diatas sudah dikonfigurasi, maka kita sekarang bisa fokus untuk konfigurasi FRR  facility protection.

  • Buat primary path full strict dan lsp dengan facility link protection dari R1 ke R5:

Konfig facility link-protection

Let’s check node R2, R3, dan R4 dengan command “show router mpls lsp transit“.

lsp transit link protection

Jika kita mapping “bypass link” ke topologi didapatkan hasil berikut:

mapping link protect

Dari gambar di atas, dapat kita simpulkan sbb:

  1. R1 bertindak sebagai PLR (Point of Local Repair)
  2. R2 bertindak sebagai MP (Merge Point)
  3. Primary Path LSP R1 ke R5 adalah R1-R3-R5
  4. bypass-link 10.0.2.2-61* merupakan tunnel yang dibentuk jika link R1-R3 Down
  5. bypass-link 10.0.2.6-61* merupakan tunnel yang dibentuk jika link R3-R5 Down

Pada Facility link-protection, MP berada pada 1 hop dari router PLR.

Sekarang kita coba cek dengan menggunakan “oam lsp-trace”:

Kondisi Normal

lsp-trace link protect normal

 

 

 

Kondisi Link R1-R3 Down

lsp-trace link protect r1-r3 shut

Kondisi Link R3-R5 Down

lsp-trace link protect r3-r5 shut

Kondisi di atas sesuai dengan bypass-link yang sebelumnya dibentuk oleh FRR.

FRR Facility Node Protection

Selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi FRR dengan facility node protection. Secara konfigurasi kita hanya perlu mengubah “no node protection” menjadi “node protection” pada konfigurasi lsp.

configure router mpls lsp “TO-R5” fast-reroute node-protect

Konfig node-protect

Jika sebelumnya terdapat notifikasi “no node-protect”, setelah kita mengeksekusi konfigurasi untuk node protect, maka tidak terlihat adanya notifikasi “node-protect” pada konfigurasi di atas, hal ini dikarenakan konfigurasi node-protect merupakan konfigurasi default pada SROS Nokia.

Sekarang kita lihat pembentukan bypass tunnel dengan node protection:

lsp transit node protection

Jika kita mapping ke dalam topologi, makan didapatkan hasil sbb:

mapping node protect

Berbeda dengan facility link-protection, pada node-protection tebentuk dua bypass-tunnel, yaitu, bypass-link dan bypass-node.

bypass-link, tunnel dibentuk untuk menghindari jika link R3-R5 Down dengan role:

  • R1 sebagai PLR
  • R2 sebagai MP.

bypass-node, tunnel dibentuk untuk menghindari jika R3 Down dengan role:

  • R1 bertindak sebagai PLR
  • R4 bertindak sebagai MP

Pada Facility link-protection, MP berada pada 2 hop dari router PLR.

Ketika suatu LSP me-request FRR facility, router melakukan penentuan sbb:

  1. Node-protect – Jika router tersebut memiliki bypass tunnel yang dibentuk untuk menghindari router selanjutnya.
  2. Link-protect – jika router tersebut memiliki bypass tunnel yang dibentuk untuk menghindari link selanjutnya.

Referensi:

  1. Nokia MPLS Student Guide v2.1,
Advertisements